.png)
Salah satu ASN Diskominfo Kota Tasikmalaya, Mohammad Arif Syamsani, sukses mencuri perhatian publik usai datang ke kantor dengan menunggang kuda saat pelaksanaan program hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Kota Tasikmalaya.
Aksi nyentrik ini langsung jadi sorotan warga, viral di media sosial, hingga tayang di beberapa stasiun televisi nasional. Banyak netizen menyebut aksi Arif sebagai definisi “anti-mainstream” dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.
Langkah unik tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen. Kebijakan ini juga mendorong ASN untuk lebih memanfaatkan transportasi publik, mengurangi mobilitas yang tidak perlu, serta menekan konsumsi BBM demi efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Arif yang merupakan bagian dari tim dokumentasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dikenal sebagai pribadi disiplin, kreatif, dan sering memiliki ide-ide out of the box saat bertugas di lapangan.
Ketika aturan pembatasan kendaraan mulai diterapkan, Arif justru melihatnya sebagai ruang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Dari situlah muncul ide datang ke kantor dengan menunggang kuda. Sederhana, unik, tapi penuh pesan.
Tak hanya menghibur, aksinya juga membawa semangat positif bahwa kampanye pengurangan penggunaan kendaraan bermotor bisa dikemas dengan cara yang lebih kreatif, dekat dengan masyarakat, dan relatable untuk generasi muda.
“Kalau biasanya orang berangkat kerja naik motor atau mobil, Kang Arif malah bikin warga nengok dua kali,” tulis salah satu komentar netizen.
Aksi Arif membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas bisa datang dari hal-hal sederhana. Bukan sekadar viral, tapi juga menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara yang fun dan tidak membosankan.
Informasi Publik
Artikel ini diterbitkan secara resmi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya.
